Sabtu, 17 Desember 2011

Teknik pengumpulan data


Teknik mengumpulkan data dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
Ø  Angket (self administered questionnaire)
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diiisi oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan atas pertanyaan angket yang diajukan.
Keuntungan dari teknik angket adalah:
1.        Angket dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar karena dapat dikirimkan melalui pos.
2.      Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah.
3.      Angket tidak terlalu menggangu respoden karena pengisiannya ditentukan oleh respoden sendiri sesuai dengan kesediaan waktunya.
Kerugian teknik angket:
1.        Jika angket dikirimkan melalui pos, maka persentase yang dikembalikan relatif rendah.
2.      Angket tidak dapat digunakan untuk respoden yang kurang bisa membaca dan menulis.
3.      Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah dan tidak ada kesempatan untuk mendapat penjelasan.
Pertanyaan-pertanyaan dalam instrumen penelitan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
  1. Pertanyaan terbuka
Pertanyaan terbuka ialah pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan sehingga responden bebas menuliskan jawabannya sendiri. Keuntungan dari pertanyaan terbuka adalah dapat memberi kebebasan kepada responden untuk member jawaban sesuai dengan pandangannya, namun juga mempunyai kerugian, jawaban yang diberikan sulit untuk diolah karena harus membaca semuanya dan kemudian digolong-golongkan.
  1. Pertanyaan tertutup
Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan sehingga responden hanya tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan. Keuntungannya adalah dapat mengolah respon dengan mudah, namun tidak dapat memberi kebebasan kepada responden untuk menjawab sehingga ini memjadi kekurangannya.
Dalam membuat jawaban akternatif untuk pertanyaan tertutup atau dalam menggolong-golongkan jawaban yang diberikan pada pertanyaan terbuka perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan berikut:
·         Pengolongan hanya didasarkan atas satu prinsip atau satu dimensi. Syarat ini adalah untuk menghindari agar seseorang tidak dapat masuk dalam lebih dari satu golongan.
·         Golongan-golongan yang dibuat harus saling meniadakan, artinya jika seseorang sudah dimasukkan kedalam satu golongan, ia tidak dapat dimasukkan kedalam golongan lainnya.
·         Golongan-golongan yang dibuat harus menyeluruh, artinya tidak seorang pun yang tidak termasuk kedalam salah sau golongan yang dibuat.
Terdapat beberapa pedoman yang harus diperhatikan dalam membuat pertanyaan-pertanyaan untuk instrumen penelitian:
·         Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan.
·         Hindari pertanyaan atau pernyataan ganda.
·         Responden harus mampu menjawab. Agar jawaban dapat dipercaya.
·         Pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan harus.
·         Pertanyaan atau pernyataan yang pendek adalah terbaik.
·         Hindari pertanyaan,pernyataan atau istilah bias, termasuk tidak menanyakan pertanyaan atau mengajukan pertanyaan yang sugestif yaitu yang mendorong responden untuk menjawab ke arah tertentu.
Menurut Rubin dan Babbie (1989) angket dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang menarik dan tidak menyangkut hal pribadi. Sedangkan pertanyaan-pertanyaan identitas disarankan ditanyakan dibagian akhir.
Angket yang dikirimkan harus disertai surat pengantar yang menjelaskan maksud dan tujuan penelitian serta siapa penelitinya. Perlu juga untuk melampirkan sampul pengembalian yang sudah beralamat dan sudah berprangko cukup.
Ø  Wawancara
Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam.
Keuntungan wawancara adalah:
  1. Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak bisa membaca dan menulis.
  2. Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat segera menjelaskannya.
  3. Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden denagn mengajukan pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah atau gerak-gerik responden.
Kerugian wawancara adalah:
  1. Wawancara memerlukan biaya yang sangat untuk perjalanan dan uang harian pengumpulan data.
  2. Wawancara hanya dapat menjangkau jumalh responden yang lebih kecil.
  3. Kehadiran pewawancara mungkin menggangu responden.
Daftar pertanyaan untuk wawancara ini disebut sebagi inteview schedule. Sedangkan catatan garis besar tentang pokok-pokok yang akan ditanyakan disebut pedoman wawancara (interview guide).
Untuk mendapatkan penerimaan dan kerja sama dengan responden ada beberapa pedoman yang harus diperhatikan:
·         Penampilan fisik
·         Sikap dan tingkah laku pewawancara
·         Identitas
·         Persiapan

Ø  Observasi
Observasi atau pengamatan  kegiatan adalah setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran, pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengjukan pertanyaan-pertanyaan.
Keuntungan observasi adalah:
1.        Data yang diperoleh adalah data yang segar.
2.      Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.
Kerugian observasi adalah:
1.        Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
2.      Beberapa tingkah laku, bahkan bisa membahayakan jika diamati.
Berdasarkan keterlibatan pengamatan dalam kegiatan-kegiatan orang yang diamati, observasi dapat dibedakan menjadi:
o   Observasi partisipan ( partcipant observation): pengamat ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang diteliti atau yang diamati.
o   Observasi tak partisipasi (nonparticipant observation): pengamat berada diluar subjek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan.
Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, observasi juga dibedakan menjadi dua bagian:
o   Observasi tak berstruktur: pengamat tidak membawa catatan tingkah laku apa saja yang secara khusus akan diamati.
o   Observasi berstruktur: peneliti memusatkan perhatian pada tingkah laku tertentu sehingga dapat dibuat pedoman tentang tingkah laku apa saja yang harus diamati.

Ø  Studi dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian.
Dokumen dapat dibedakan menjadikan dokumen primer ( dokumen yang ditullis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa), dan dokumen sekunder (jika peristiwa dilaporkan kepada orang lain yang selanjutnya ditulis oleh orang ini) contohnya otobiografi.
Keuntungan studi dokumentasi adalah:
1.        Untuk subjek penelitian yang sukar, studi dokumentasi dapat memberikan jalan untuk melakukan penelitian
2.      Tidak kreatif. Karena studi dokumentasi tidak dilakukan secara langsung dengan orang, maka data yang diperlukan tidak terpengaruh oleh kehadiran peneliti atau pengumpulan data.
3.      Analisis longitudinal, menjangkau jauh ke masa lalu.
4. Besar sampel. Dengan dokumen-dokumen yang tersedia, teknik ini memungkinkan untuk mengambil sampel yang lebih besar karena biaya yang diperlukan relatif kecil.


Kerugian studi dokumentasi adalah:
1.        Bias, dokumen yang dibuat tidak untuk keperluan penelitian, maka data yang tersedia mungkin bias.
2.      Tersedia secara selektif. Tidak semua dokumen dipelihara untuk dapat dibaca ulang oleh orang lain.
3. Tidak lengkap. Karena tujuan penulisan dokumen berbeda dengan tujuan penelitian.
4.      Format yang tidak baku. Sejalan dengan maksud dan tujuan penulisan dokumen yang berbeda dengan tujuan penelitian, maka formatnya juga dapat bermacam-macam sehingga bisa mempersulit pengumpulan data.
Sebagaimana metode historik, dalam studi dokumentasi perlu dilakukan kritik tehadap sumber data, baik kritik internal maupun kritik eksternal.

Referensi : Soehartono Irawan, 1995, Metode Penelitian social, Rosdakarya, Bandung

Sabtu, 12 November 2011

Fotokopi ramah lingkungan.


Pasti kita sering mendengar kata “fotokopi”. ya benar sekali, fotokopi adalah suatu alat yang digunakan untuk memperbanyak naskah menjadi beberapa lembar menggukan kertas HVS ataupun kertas plastik (biasa disebut dengan transparasi). Biasanya kita memfotokopi suatu naskah dengan satu kertas HVS hanya pada satu sisi kertas dengan alasan untuk mempercepat waktu. Karena jika kita memfotokopi dengan dua sisi halaman  kita memerlukan ekstra waktu.
Pernahkah kalian memikirkan bagaimana dan dengan apa kertas itu dibuat. Kertas terbuat dari pohon. Bayangkan berapa banyak kertas yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berapa banyak pula pohon yang di tumbangkan demi membuat kertas-kertas tersebut.
Tetapi ternyata teknologi yang semakin canggih dapat menjawab ke khawatiran kita. Sekarang telah ditemukan mesin fotokopi buatan Negara jepang. Mesin ini dapat mendaur ulang kertas yang sudah tidak terpakai. Mesin ini dapat menghapus tinta pada kertas yang tidak terpakai lagi. Sehingga kertas tersebut dapat digunakan berkali-kali. Semoga mesin fotokopi ini juga akan diterapkan di Negara Indonesia.

Ayoo, budayakan membaca sejak dini !!


Membaca? kata ini bukanlah kata asing lagi di telinga kita. Setiap hari kamu pasti akan menemukan sebuah kata ataupun kalimat tersebar dimana-mana. Contohnya jika kamu hendak berpergian dengan kendaraan umum, pasti di kendaraan umum tersebut ada sebuah kata penunjuk rute arah kendaraan tersebut. Sehingga kamu dituntut membaca kata tersebut agar kamu mengetahui apakah arah kendaraan tersebut sesuai dengan arah yang kamu tuju.
Membaca sangatlah penting. Maka dari itu membaca harus ditanamkan sejak usia dini. Apalagi jika kamu sebagai orang tua betapa bahagianya kamu jika buah hati kita senang membaca dan belajar tanpa harus dipaksa terlebih dahulu. Biasakanlah buah hati anda untuk membaca buku sejak kecil seperti buku cerita anak ataupun buku dongeng.
Namun jaman sekarang mengajarkan anak untuk membaca dan belajar bukanlah suatu hal yang mudah. Majunya teknologi yang pesat merupakan salah satu pemicu sulitnya mengajarkan anak untuk belajar. Game-game baru yang bermunculan sehingga anak-anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain game tersebut.
Kamu sebagai orang tua harus memperhatikan dan mengatur jadwal main mereka dan belajar agar mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Kamu juga harus bisa mengubah kesan belajar yang membosankan menjadi belajar yang menyenangkan. Misalnya dengan bermain sambil belajar. Dengan cara ini pelajaran akan diserap dengan mudah oleh buah hati kamu.

Baik dan buruk pengaruh iklan di televisi


Televisi sudah bukan merupakan barang mewah lagi untuk masyarakat perkotaan. Hampir setiap rumah memiliki televisi. Televisi merupakan salah sarana informasi. Setiap hari televisi menayangkan beberapa acara. Baik berita, sinetron, drama, iklan dll.
Iklan adalah tayangan terlevisi yang berupa promosi suatu produk atau jasa. Bagi si pembuat iklan, iklan digunakan untuk mempromosikan produk-produk mereka guna menaikan tingkat penjualan mereka. Tidak hanya itu, iklan dapat digunakan untuk memberikan informasi atau himbauan ke masyarakat luas. Contohnya iklan pasta gigi, dalam iklan tersebut berisikan tentang nasihat kepada khalayak luas bahwa betapa pentingnya sikat gigi, tetapi disisi lain dari iklan tersebut berisikan tentang mempromosikan produk tersebut agar masyarakat terpengaruh untuk membeli produk tersebut.
Namun iklanpun dapat memberikan pengaruh buruk. Misalnya dalam iklan rokok. Di iklan tersebut memang tidak di izinkan untuk memperlihatkan fisik dari produk. Tetapi secara tidak langsung iklan mengajak masyarakat luas untuk membeli produk tersebut. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan. Bahkan dalam akhir iklanpun selalu diberi peringatkan bahwa merokok memiliki dampak negative.
Jadi dapat disimpulkan bahwa televisi tidak hanya memiliki informasi yang bersifat positif tetapi juga mengandung informasi yang negative. Maka untuk mencegah televisi memberikan pengaruh buruk terhadap buah hati anda. Anda selaku orang tua harus mendamping mereka pada saat menonton televisi.